Teori Ketuhanan Universal...

Lalu kenapa manusia senang bertengkar bermusuh-musuhan atas nama agama?

Jelas itu adalah hawa nafsu mereka sendiri. Jelas itu hasil dari bisikan setan. Sedangkan hawa nafsu dan setan adalah hal yang harus dikendalikan dan dilawan oleh orang yang mengaku beragama, karena itulah tujuan diturunkannya agama di muka bumi ini. Semua itu adalah ego manusia yang ingin merasakan dan menikmati sensasi perasaan kemenangan. Bahwa agamanya lebih baik dari agama lain, yang berarti dirinya lebih baik dari orang lain (yang beda agama). Orang-orang ini adalah orang yang mencoba meninggikan diri sendiri dengan cara merendahkan orang lain. Dirinya pendek, orang lain ditekan kepalanya. Kalau seseorang itu benar, dia akan berusaha meninggikan dirinya dihadapan Tuhan dengan cara yang baik. Tidak mungkin derajatnya akan tinggi dengan menjelek-jelekkan orang lain. Apakah mereka tidak tahu nilai luhur dari sabar yang diajarkan oleh nabi dan agamanya. Tidak bisakah mereka diam dari mendiskreditkan orang lain. Benar-benarkah mereka tidak tahu dengan kata sabar dan manfaat luar biasa dibaliknya.

Tuhan tidak mengajar manusia untuk mencaci maki, manusialah yang menemukan dan menciptakannya. Ajaran agama tidak mengajar manusia untuk menjadi makhluk yang minta menang sendiri, manusialah yang menghalalkan itu. Para Nabi mengajar manusia untuk berbuat kebaikan, bukan keburukan, manusialah yang menyukai itu. Apakah Nabi kalian mengajarkan untuk menghina nabi atau orang lain? Jelas tidak. Kalian saja yang sesat mengartikan ajaran agama sesuai dengan keinginan hawa nafsu kalian. Agama diturunkan agar manusia bisa kembali mendekatkan dirinya kembali dengan Tuhannya. Bukannya malah untuk bertengkar, saling bermusuhan, bahkan sampai bunuh-bunuhan. Itu benar-benar 180 derajat, benar-benar kebalikan dari tujuan agama. Mengapa manusia tidak sadar-sadar juga. Mengapa mereka masih suka dengan tipu daya dunia, tipu daya iblis setan, tipu daya hawa nafsu, tipu daya egonya sendiri. Mengapa manusia senang dibodohi dan menjadi bodoh? Bukankah lebih baik menjadi manusia yang pandai? Yang menyibukkan dirinya untuk berbuat baik dan selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Sibukkan diri untuk mencari kebaikan di dalam agama masing-masing. Jangan sibuk mencari-cari kesalahan agama lain. Sungguh hidup yang sesat dan sia-sia jika seseorang bersikeras melakukan itu. Sama sekali tidak ada manfaat dari perbuatan yang seperti itu dan hidup yang seperti itu. Apakah seseorang merasa pantas dan yakin akan masuk surga kelak? Sedangkan di dunia saja dia senang membikin keresahan. Masih pantaskah dia masuk surga dengan cara seperti itu? Diam, dan perbaiki diri masing-masing. Jangan sibuk melihat kesalahan orang lain. Diam, dan lihatlah ke dalam diri masing-masing, maka kamu akan menemukan Tuhanmu, Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan kita semua.

1 komentar:

  1. semoga dibaca dan dimengerti banyak orang... terima kasih atas tulisannya...

    BalasHapus